<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Essensia</title>
	<atom:link href="http://chumaidi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chumaidi.wordpress.com</link>
	<description>Memaknai Makna</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Dec 2008 11:03:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='chumaidi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/492c363137f964950c40999e7b40c71f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>The Essensia</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chumaidi.wordpress.com/osd.xml" title="The Essensia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://chumaidi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Semut dan Tahun Baru</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/30/semut-dan-tahun-baru/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/30/semut-dan-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 11:03:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[semut]]></category>
		<category><![CDATA[guru sejati]]></category>
		<category><![CDATA[internalisasi nilai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[guruku seekor semut<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=66&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang tahun baru ini saya mendapatkan guru yang mampu membuat saya menangis walaupun beliau tidak mengucapkan suatu kata apapun, satu huruf pun sama sekali tidak. Tetapi dalam kebisuannya mengalir dan menginternalisasi beribu-ribu nasehat dan pelajaran langsung ke dalam hatiku.<br />
Pertemuanku dengannya sebenarnya tidak sengaja. Pagi tadi sekitar jam 10.00 WIB, saya sedang sarapan mengetik artikel di kamar sambil merokok dan minum kopi. Saat sedang minum kopi, ada seekor semut yang ikut dengan kopi dan masuk ke dalam mulutku. Karena saya merasakan ada yang tidak beres di mulut, maka saya ambil sesuatu itu, kemudian saya lihat, dan ternyata seekor semut. Untungnya si semut tidak mati karena tajamnya gigi saya. Lalu saya letakkan dia di lantai dan saya bersihkan dia dari kopi yang menyelimuti tubuhnya.<br />
Karena kopi yang ada pada tubuhnya ini lumayan kental, jadi sedikit lama untuk mengeringkannya. Proses pengetikkan pun saya hentikan.<br />
Saya tiup tubuhnya dengan nafas yang belum gosok gigi supaya cepat kering. Kira-kira setelah seperempat jam, tubuh si semut pun sudah mulai mengering dan dia dapat kembali menggerak-gerakkan kakinya.<br />
Setelah saya anggap dia dapat bergerak, proses pengetikkan dilanjutkan sambil sesekali menolehkan mata ke arah si semut.<br />
Saat penolehan mata yang ke lima, datang seekor semut yang sejenis menghampirinya dan mengelus-elus tubuh semut yang masuk ke dalam kopi tersebut. Melihat hal itu, pengetikkan kembali saya hentikan untuk kembali memperhatikan tingkah laku kedua semut itu.<br />
Setelah lumayan lama, semut yang kedua menggendong semut yang pertama. Saat itulah air mata saya mengalir dengan sendirinya.<br />
Melihat hal itu sayapun tertegun dan merenung, seekor semut yang diklaim oleh para manusia tidak memiliki hati dan akal, ternyata membuktikan pada manusia setidaknya pada diri saya, bahwa dia mampu berbuat yang terbaik untuk saudaranya yang sejenis, bahkan mampu memberikan dan menginternalisasikan nilai-nilai positif kepada saya. <strong>Dia berkenan untuk melakukan kebaikkan tanpa harus mengumbar janji-janji. Nasehatnya pun tidak keluar dari gugusan-gugusan huruf yang memanjang tanpa batas. Semut lebih memberikan bukti dari pada janji.</strong><br />
Saya sebagai manusia pun merasa malu. Terima kasih guru sejati<a href="http://www.google.com-http://www.yahoo.com-http://www.wordpress.com-http://www.blogspot.com"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=66&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/30/semut-dan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ESSENSI HIJRAH DAN EVALUASI DIRI</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/essensi-hijrah-dan-evaluasi-diri/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/essensi-hijrah-dan-evaluasi-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 16:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel bebas]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi diri]]></category>
		<category><![CDATA[hijrah]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[hijrah, psikologi, evaluasi, refleksi<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=61&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hijrah secara bahasa artinya pindah. Perpindahan ini dapat berarti perpindahan tempat, waktu, orientasi, ideologi, dan lain sebagainya. Arah perpindahan bisa dari sesuatu yang lama menuju ke sesuatu yang baru, atau dari sesuatu yang baru ke sesuatu yang lama. Motif orang melakukan hijrah pun bermacam-macam dan berbeda-beda. Ada yang karena sudah ada perasaan bosen dengan sesuatu yang dahulu sehingga dirasa perlu ada pembaharuan supaya menjadi fresh kembali. Adapula yang pindah karena untuk keselamatan, entah keselamatan fisik, batin, agama, ideologi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Pada dasarnya hijrah itu untuk mencari dan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Namun, sebaiknya sebelum hijrah itu dilakukan, terlebih dahulu melakukan evaluasi secara matang tentang sesuatu yang akan ditinggalkan. Dinilai mana yang baik dan mana jelek, kelebihan dan kekurangannya. Setelah itu ditimbang, mana yang lebih unggul atau lebih banyak, positif atau negatifnya. Bisa juga dengan memperitimbangkan lebih besar mana antara manfaat dan bahayanya.</p>
<p>Masing-masing orang memiliki perspektif sendiri-sendiri dalam mempertimbangkan sesuatu sebagai bahan untuk evaluasi. Ada yang mempertimbangkan berdasarkan perspektif ekonomi, politik, agama, pendidikan, dan lain sebagainya. Perspektif ini akan spesifik pada masing-masing orang, hal ini karena background kehidupan yang melatarbelakangi. Akan tetapi ada juga orang yang menggunakan perspektif holistik.</p>
<p>Untuk memperoleh hasil evaluasi yang baik hendaklah segala sesuatunya diproses melalui akal sehat, dirasakan dengan hati nurani karena hati nurani merupakan sumber pancaran ilahi, setelah antara akal sehat dan hati nurani ini mengkonversi baru kemudian merencanakan suatu tindakan yang dirasa baik, benar tepat menurutnya, bagi dan menurut orang lain, serta sesuai dengan aturan Tuhan.</p>
<p>Satu dua hari lagi kita akan menapaki tahun baru, masih ada waktu untuk melakukan evaluasi diri. Evaluasi diri penting dilakukan agar kita paham dan mengerti tentang diri sendiri. Mana hal-hal baik yang harus tetap dipertahankan sebagai warisan tahun lalu dan mana yang mesti harus ditinggalkan untuk kemudian memberanikan diri terbuka mengambil sesuatu yang baik dan bersifat baru.</p>
<p>SELAMAT TAHUN BARU HIJRIYAH DAN TAHUN BARU MASEHI. SEMOGA SEGALA KESALAHAN YANG TELAH KITA LAKUKAN PADA TAHUN LALU DIMAAFKAN OLEH TUHAN DAN MENJADI PELAJARAN SERTA SESUATU YANG SEKIRANYA BAIK DAPAT MENJADI BEKAL KITA UNTUK MENGARUNGI TAHUN-TAHUN BERIKUTNYA SEHINGGA SEMOGA KITA MENJADI ORANG YANG SELALU SADAR KETIKA BERTINDAK DAN MENDEKATI KESEMPURNAAN SEBAGAI MANUSIA. AMIN&#8230;&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=61&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/essensi-hijrah-dan-evaluasi-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Check out my Slide Show!</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/check-out-my-slide-show-3/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/check-out-my-slide-show-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 13:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/check-out-my-slide-show-3/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=59&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><embed src='http://widget-0b.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-0b.slide.com&channel=3098476543633267467&cy=wp&il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=3098476543633267467&map=1' target='_blank'><img src='http://widget-0b.slide.com/p1/3098476543633267467/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&tt=0&sk=0&cy=wp&th=0&id=3098476543633267467&map=2' target='_blank'><img src='http://widget-0b.slide.com/p2/3098476543633267467/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=59&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/27/check-out-my-slide-show-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENYAMANANKU yang TERKADANG</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/kenyamananku-yang-terkadang/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/kenyamananku-yang-terkadang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 07:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan-pertanyaan liar selalu melilit tanpa rantai huruf yang terserat pena dan terungkap dalam lilinan lidah dalam diriku Kadang pertanyaan itu menyambar-menyambar dalam benak, kadangpula merangkak dalam senyap Kadang pertanyaan itu menyemburkan wewangian nan semerbak, kadangpula sengatan bangkai mengiringi Kadang pertanyaan itu berlarian dengan liarnya, kadangpula duduk teratur Kadang pertanyaan itu memukuli diri tanpa ampun, kadangpula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=48&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan-pertanyaan liar selalu melilit tanpa rantai huruf yang terserat pena dan terungkap dalam lilinan lidah dalam diriku</p>
<p>Kadang pertanyaan itu menyambar-menyambar dalam benak, kadangpula merangkak dalam senyap</p>
<p>Kadang pertanyaan itu menyemburkan wewangian nan semerbak, kadangpula sengatan bangkai mengiringi</p>
<p>Kadang pertanyaan itu berlarian dengan liarnya, kadangpula duduk teratur </p>
<p>Kadang pertanyaan itu memukuli diri tanpa ampun, kadangpula memeluk mesra</p>
<p>Kadang pertanyaan itu membuat chaos eksistensi, kadangpula melukis paronama perilaku indah </p>
<p>Akupun mencuci diri ini dengan busa cahaya putih yang menggumpal dalam langit hati, ku luluri darah nadi, nafas, energi ini kemudian ku terbangkan lewat dinding tulang belakang, menelusuri angkasa otak belakang, terus membumbung, menghujam lapisan-lapisan langit sehingga tersimpuh di hadapan singgasana Sang Penguasa Alam   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=48&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/kenyamananku-yang-terkadang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGARUH NIAT TERHADAP PERBUATAN DAN PAHALA</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/pengaruh-niat-terhadap-perbuatan-dan-pahala/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/pengaruh-niat-terhadap-perbuatan-dan-pahala/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 05:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel agama]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[niat]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[عن عمر ين الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ الدُّنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ إِلىَ امْرَأَةٍ يِنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلىَ مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ, رواه البخاري ومسلم وغيرها, وفي رواية زيادة: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِحْرَتُهُ إِلىَ اللهِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=45&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://chumaidi.files.wordpress.com/2008/12/waluyo-ganteng9.jpg?w=72&#038;h=96" alt="waluyo-ganteng9" title="waluyo-ganteng9" width="72" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-46" /><br />
عن عمر ين الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ, وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ الدُّنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ إِلىَ امْرَأَةٍ يِنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلىَ مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ, رواه البخاري ومسلم وغيرها, وفي رواية زيادة: فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِحْرَتُهُ إِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ, ثُمَّ عَقَّبَهَا باِلْجُمْلَةِ اْلأَخِيْرَةِ</p>
<p><em>”Dari Umar bin Khatab RA, beliu berkata: ”saya mendengar Rasulallah SAW bersabda: susungguhnya setiap perbuatan itu tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap sesuatu memiliki niat, barang siapa hijrah dengan niat karena kekayaan dunia yang akan didapat, atau karena wanita yang akan dinikahinya maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia hijrah kepadanya”. HR Al-Bukhari, Muslim, dan lainnya. Dalam riwayat lain dikatakan bahwa barang siapa hijrahnya didasari niat karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan diterima oleh Allah dan Rasul-Nya, begitu seterusnya.”</em><br />
<strong>PENGERTIAN<br />
Secara Bahasa</strong><br />
	Kata al-a’mal (perbuatan) dalam hadits di atas mencakup perbuatan lisan (ucapan) dan anggota badan, seperti kepala, tangan, kaki, dan lain sebagainya. Sedangkan kata an-niaat (beberapa niat) merupakan bentuk jama’ (plural) dari niat (niat) yang bermakna tujuan. Niat dalam pengertian yang lebih luas berarti dorongan hati, seperti sesuatu dipandang sesuai dengan tujuan untuk memperoleh manfaat atau menghilangkan bahaya.<br />
<strong>Secara Syara’</strong><br />
Niat merupakan suatu orientasi, seperti melakukan sesuatu karena semata-mata mencari ridlo Allah dan melaksanakan aturan hukum-Nya. Kata innamaa memiliki faidah makna ta’kiid (penguat) dan qoshr (pengkhususan), seperti pengkhususan bahwa semua perbuatan di sini digantungkan pada niatnya, yaitu dalam rangka tujuan agama atau dunia.<br />
Hijrah adalah perpindahan dari satu tempat menuju ke tempat lainnya. Kata hijrah berasal dari kata dasar hijr, yaitu perpisahan sesorang dengan orang lain baik badannya, lisannya, ataupun hatinya. Kata hijrah dipakai oleh syari’ (Allah atau Rasul-Nya) untuk menjelaskan perpindahan dari daerah yang rawan bahaya menuju ke daerah yang aman, seperti perpindahan yang dilakukan oleh sebagian sahabat dari Mekah menuju ke Habsyah pada awal pemerintahan. Perpindahan dari wilayah orang kafir menuju ke wilayah orang Islam dalam rangka menyelamatkan agama, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Islam, yaitu pindah dari Mekah menuju ke Madinah karena di sana Islam telah berkembang, Rasullah SAW juga pindah ke sana. Selain itu, juga digunakan dalam rangka meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Kata dunia adalah bentuk muannats (kata berjenis perempuan) dari kata adna yang diambil dari kata dasar dunuwwun yang berarti dekat. Dunia itu dimutlakkan sebagai tempat awal bagi manusia dan makhluk lainnya.<br />
<span id="more-45"></span><br />
<strong>PEMBAHASAN<br />
	NIAT </strong>	Motif orang bersedekah itu adakalanya karena ingin disebut sebagai orang baik, mendapatkan kedudukan berupa jabatan dari raja, menteri, atau pemimpin, atau mendapatkan pengabdian dari orang yang diberi sedekah. Ada juga orang yang bersedekah karena untuk menghindari dari perilaku meminta-minta, supaya sifat iffah (menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik, hina, atau syubhat) dan malunya menjaga dari hal-hal yang jelek, pemurnian pelaksanaan perintah Allah dengan cara berinfaq, atau mengharapkan pahala dan ridlo-Nya. Perbuatan yang dilakukan oleh dua orang tadi sama, yaitu bersedekah, tetapi nilainya berbeda, hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam hal niat yang mendasarinya. Orang yang pertama mendapatkan nilai dunia karena dengan sedekah itu dia mengharapkan manfaat duniawi semata. Kesimpulannya adalah jika diperkirakan tidak ada manfaat itu maka dia tidak bersedekah. Selain itu juga sesuatu yang mendorong untuk berbuat baik dengan tulus itu tidak terdapat dalam dirinya.<br />
	Sedangkan orang yang kedua mendapat nilai yang tinggi, hal ini karena sesuatu yang mendorong untuk berbuat baik telah menguasai hatinya, yaitu cinta berbuat baik kepada manusia lainnya, menjaga kemulyaan mereka, melaksanakan perintah Allah, dan mengharap ridlo-Nya. Contoh di atas diharapkan memiliki kebaikan yang besar dan ada orang yang mau berbuat kebaikan sehingga menjadi inspirator tetap bagi orang yang belum mempunyai keinginan. Allah berfirman dalam QS: Al-Baqoroh: 265<br />
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءً مَرْضَاةِ اللهِ وَتَثْبِيْتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلُ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌ وَاللهُ ِبمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ<br />
<em>“Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”.</em><br />
	Sedangkan contoh yang pertama digambarkan oleh Allah SWT dalam QS: Al-Baqoroh: 264</p>
<p>فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا<br />
<em>“Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah)”.</em></p>
<p>Shodaqoh itu seperti pohon. Orang yang seperti contoh kedua perbuatannya akan berbuah, sedangkan orang yang seperti contoh pertama perbuatannya tidak berbuah. Ada orang yang melakukan sholat karena riya’ (pamer) kepada manusia lainnya supaya dengan sholat itu disebut sebagai orang sholeh, atau jika mereka mewakilkan kepadanya suatu pekerjaan yang berhubungan dengan harta maka dia akan menerimanya secara agresif. Adapula orang yang sholat karena memenuhi kewajiban, menyucikan diri, dan mencari ridlo-Nya. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah sama derajat sholat yang dilakukan oleh keduanya? Tidak.<br />
	Seorang penulis, penyair, ataupun khotib mengajak kepada kebaikan universal, tetapi motif yang mendasarinya adalah untuk mendapatkan suatu jabatan atau kedudukan dari penguasa. Apakah dia mempunyai derajat yang sama seperti orang lainnya yang juga mengajak seperti itu, tetapi alasannya karena di dalam ajakan itu terdapat kebaikan untuk umat dan perbuatannya ini muncul dari hati murninya untuk kebaikan bangsanya? Tidak. Sesungguhnya tipe orang pertama itu ketika apa yang menjadi tujuannya tidak tercapai, maka akan berhenti aktivitasnya. Adapun orang yang kedua merupakan orang yang mempunyai tipe bersungguh-sungguh dalam berdakwah walaupun menjumpai banyak rintangan. Model seperti itu jarang dijumpai.   Berdasarkan hal itu maka dapat disimpulkan, pertama, amal perbuatan itu mengikuti kadar niatnya, ditimbang dengan timbangan niat, dan derajat setiap perbuatan tergantung dari derajat niat yang mendorongnya. Jika niatnya baik maka perbuatannya baik, jika jelek maka jelek, jika mulia maka mulia, jika nista maka nista, dan karena itu tidak ada perubahan. Inilah yang disebut dengan makna hashr atau qoshr (pengkhususan).<br />
	Sebagian penafsir menjelaskan tentang maksud dari keterangan “sahnya perbuatan itu tergantung pada niatnya”, keterangan ini tidak dikaji dari sudut pandang syari’ (Allah dan Rasul-Nya), setiap perbuatan tidak akan mempunyai pengaruh atau akibat apapun kecuali jika dilandasi dengan adanya niat. Misal, wudlu atau tayamum tidak anggap secara syar’i sekiranya digunakan untuk melaksanakan sholat atau diperbolehkannya memegang mushaf tanpa keduanya didahului atau orang yang berwudlu atau bertayamum tersebut melakukan niat, keduanya tidak dianggap jika tidak ada niat. Suatu niat yang harus dinilai itu ketika ada dalam sesuatu yang menjadi tujuan  (seperti sholat dan haji) dan media (seperti wudlu dan tayamum). Sesuatu yang harus kita tetapkan di awal adalah subtansinya, yaitu sesuatu yang memuat berbagai cabang yang muncul kemudian.<br />
	Ketika telah diketahui bahwa kualitas suatu perbuatan itu tergantung pada kualitas niatnya, maka setiap perbuatan itu memiliki konsekuensi, yaitu mendapatkan kebahagiaan di dunia dan surga di akhirat atau malah sebaliknya. Rasulullah SAW menjelaskan mengenai kalimat yang kedua, yaitu bahwasanya setiap manusia memiliki konsekuensi atas apa yang diniatkannya. Barangsiapa ketika melakukan sesuatu berniat ingin mendapatkan pahala dan ridlo Allah SWT maka dia berhak mendapat hal itu, barangsiapa berniat jelek maka akan mendapatkan kesengsaraan, dan barangsiapa berniat dengan tujuan mendapatkan dunia yang dicintainya maka dia tidak akan mendapatkan pahala. Al-hasr (pengkhususan) dalam kalimat ini memberikan faedah bahwa seseorang yang ketika melakukan sesuatu tanpa dilandasi dengan niat maka dia tidak akan mendapatkan sesuatu apapun atau dia hanya mendapatkan aktivitasnya saja.</p>
<p><strong>HIJRAH</strong>	Hijrah yang dimaksud adalah perpindahan dari Mekah yang saat itu merupakan daerah kekufuran ke Yatsrib yang telah menjadi wilayah Islam. Hijrah pada saat itu merupakan pilihan yang tepat karena kota Mekah dikuasai oleh orang-orang musyrik, dengan hijrah orang Islam lebih mungkin dapat melaksanakan si’ar atau dakwah agama dengan sempurna, mendengarkan wahyu yang turunnya sempat tersendat, belajar mengenai sesuatu kepada Rasulullah SAW yang mana Beliau merupakan sumber cahaya yang selalu meneranginya, dan mengumpulkan kelompok orang-orang Islam dari golongan majahidin sehingga menjadi sebuah kekuatan. Ketika kaum muslimin mampu membebaskan kota Mekah pada tahun 8 hijriyah dan kota Mekah telah menjadi wilayah orang mukmin maka hijrah yang konvensional dibutuhkan tidak lagi kecuali hijrah dari kungkungan orang-orang kufur dan durhaka menuju ke wilayah orang-orang yang telah beriman dan berpegang teguh kepada aturan syar’i serta wilayah yang telah dikuasai oleh orang-orang Islam. Rasulullah SAW sungguh telah menjelaskan dalam hadits ini-yang merupakan aplikasi dari dua kaidah yang telah dijelaskan di atas-sesungguhnya menurut Allah SWT di dalam hijrah itu tidak hanya mengandung satu nilai saja. Orang yang hijrahnya didasari niat karena Allah SWT dan Rasul-Nya, kongkritnya hijrahnya itu dimaksudkan karena semata-mata khidmat kepada agama, memulyakan firman Allah SWT dengan cara mempelajari kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya, mengamalkan, menjaga otoritas, dan mengokohkan keduanya maka hijrah yang dilakukan dengan niat karena keduanya itu adalah hijrah yang haq (benar), yang seyogyanya bagi setiap orang Islam ikhlas melakukannya, dan telah menyiapkan pahala yang melimpah dan ganjaran yang agung. Sedangkan orang yang hijrahnya didasari niat yang lain, seperti mencari harta, mendapatkan tempat tinggal yang baik, dan menghindar dari tanggung jawab membayar hutang, perbuatan keji yang berdosa, hakim yang dlolim, raja yang lalim, atau perempuan yang diberi janji akan dinikahi dan hidup bahagia bersamanya, sampai pada tujuan-tujuan lainnya yang bersifat duniawi dan pribadi, maka hijrahnya terhenti pada apa yang dia hijrah kepadanya. Maksudnya dia hanya memperoleh apa yang menjadi tujuannya dan tidak ada baginya pahala karena khidmat kepada agama, bahkan sama sekali tidak memperoleh pahala selama perbuatannya itu tidak dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sesungguhnya baginya hanyalah apa yang diniatkannya. Pahalanya tidak akan dapat menyamai pahalanya orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.<br />
	Hadits ini menumbuhkan benih kecintaan pada luhurnya perkara, menganjurkan keikhlasan dalam ketaatan, dan mendorong untuk khidmat kepada agama walaupun berbeda bangsa, harta, dan anak. Hadits ini juga menjelaskan bahwasanya amal perbuatan itu tidak hanya dinilai dari aksinya semata tetapi motif (niat) yang mendasarinya itu mempunyai pengaruh yang besar pada hina atau mulya dan dosa atau ganjarannya perbuatan.             </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=45&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/pengaruh-niat-terhadap-perbuatan-dan-pahala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chumaidi.files.wordpress.com/2008/12/waluyo-ganteng9.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">waluyo-ganteng9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBU ! SEBESAR APAPUN BAKTIKU TAK SEBANDING JASAMU</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/ibu-sebesar-apapun-baktiku-tak-sebanding-jasamu/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/ibu-sebesar-apapun-baktiku-tak-sebanding-jasamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 04:47:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[ungkapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ibu, sosok tak terdefinisikan setelah Allah dan Nabinya Kertas dan pena tak berdaya mengurainya Seberapapun air menggenang, kan terserap olehnya Dirinya lebih mulya daripada emasnya Ridlo dan murka Allah di kata-katanya Surga di senyumnya Neraka di sakit hatinya Denyut nadinya menyertainya<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=41&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu, sosok tak terdefinisikan setelah Allah dan Nabinya<br />
Kertas dan pena tak berdaya mengurainya<br />
Seberapapun air menggenang, kan terserap olehnya<br />
Dirinya lebih mulya daripada emasnya</p>
<p>Ridlo dan murka Allah di kata-katanya<br />
Surga di senyumnya<br />
Neraka di sakit hatinya<br />
Denyut nadinya menyertainya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=41&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/22/ibu-sebesar-apapun-baktiku-tak-sebanding-jasamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIKAP DAN PERILAKU APRIORI DALAM PENDIDIKAN ANAK</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/20/sikap-dan-perilaku-apriori-dalam-pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/20/sikap-dan-perilaku-apriori-dalam-pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 15:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel bebas]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[apriori]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Anak adalah anugrah, amanat, dan sekaligus juga fitnah yang dikasihkan Allah SWT bagi orang tua dan lingkungannya. Anak dikatakan sebagai anugrah jika anak tersebut tumbuh menjadi seseorang yang mampu bersikap dan berperilaku baik dan benar menurut dirinya, menurut dan bagi keluarga dan lingkungannya, serta sesuai dengan aturan Allah SWT. Seseorang yang berkarakter seperti itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=32&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pendahuluan</strong><br />
	Anak adalah anugrah, amanat, dan sekaligus juga fitnah yang dikasihkan Allah SWT bagi orang tua dan lingkungannya. Anak dikatakan sebagai anugrah jika anak tersebut tumbuh menjadi seseorang yang mampu bersikap dan berperilaku baik dan benar menurut dirinya, menurut dan bagi keluarga dan lingkungannya, serta sesuai dengan aturan Allah SWT. Seseorang yang berkarakter seperti itu berarti telah menjalankan fungsi dirinya sebagai hamba (‘ibadullah) dan sekaligus mandataris Allah SWT (khalifatullah) di muka bumi ini (Qs. Ad-Dzariyat: 56 dan Qs. Al-Ahzab: 72). Pada umumnya, orang seperti ini ketika mau menentukan suatu sikap dan berperilaku tidak lagi berdasarkan pertanyaan ”apa yang bisa dilakukan” tetapi unsur nilai telah mengalir di dalam nadinya. Nilai di sini tentunya adalah nilai yang selaras dan sejalan dengan hati nurani yang paling dalam, dimana hati yang terdalam itu merupakan dentuman riak energi Allah SWT.<br />
	Setiap bayi yang lahir adalah amanat yang diberikan Allah SWT kepada orang tuanya dan juga lingkungannya. Amanat ini berupa kefitrahan yang dimiliki oleh si bayi, yaitu fitrah untuk selalu berkecendrungan mensucikan dan mentauhidkan Allah SWT (Qs. Al-A’raf: 172). Fitrah ini juga nantinya akan menempatkan si jabang bayi pada derajat yang termulya dan tertinggi diantara para mahluk yang lain, yaitu sebagai suatu mahluk yang memiliki dua fungsi utama di dunia ini, fungsi sebagai hamba Allah SWT dan sekaligus sebagai khalifah (Qs. Ad-Dzariyat: 56 dan Qs. Al-Ahzab: 72). Hal ini akan terjadi jika orang tua dan lingkungannya mau mempelajari, memahami, menjaga, dan membantu mengaktualisasikan fitrah tersebut dengan ilmu dan akhlak. Sebaliknya, jika orang tua dan lingkungannya tidak peduli dengan hal ini maka yang akan terjadi adalah si jabang bayi tumbuh menjadi sesuatu yang tidak lebih baik daripada hewan. Hidupnya tidak lagi berenergikan nilai ke-Tuhan-an, tetapi insting hewani justru mendominasi (Qs. Al-A’raf: 179).<br />
	Kehadiran seorang anak manusia bagi orang tua dan lingkungan merupakan fitnah. Fitnah yang dimaksud di sini adalah cobaan atau ujian (Qs. At-Taghaabun: 15). Segala cobaan atau ujian nantinya akan mendapat penilaian. Penilainya adalah Allah SWT. Penilaian Allah SWT bukan pada apa yang ada pada orang itu, tetapi bagaimana orang tersebut mendayagunakan apa yang ada dalam dirinya (Qs. Al-Maidah: 48). Anak sebagai cobaan atau ujian akan mengantarkan orang tua dan lingkungannya menjadi orang tua dan masyarakat yang berpredikat selalu ingat atau lalai kepada Allah SWT (Qs. Al-Munafikuun: 9).<br />
	Jadi, anak merupakan sesuatu yang dititipkan oleh Allah SWT kepada orang tua dan lingkungannya. Dalam titipan tersebut terdapat amanat yang harus dipelajari, difahami, dijaga, dan diaktualisasikan. Hal ini, karena nantinya semua itu akan diuji dan dinilai oleh Allah SWT. Adapun indikator seseorang dikatakan berhasil menghadapi ujian itu dengan nilai yang baik adalah jika orang tersebut semakin ingat, bertambah keimanannya, merasakan lezatnya iman, dan berpulang kepada Allah SWT dengan membawa imannya.<br />
	Seorang anak yang tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mampu bersikap dan berperilaku baik dan benar menurut dirinya, menurut dan bagi keluarga dan lingkungannya, serta sesuai dengan aturan Allah SWT merupakan gambaran suatu pribadi yang berilmu dan berakhlak. Ilmu digunakan untuk mengeksplorasi dan mengaktualisasi diri dan lingkungannya, kemudian akhlak berperan membimbing supaya apa yang dikerjakannya baik, benar dan tepat.<br />
	Pribadi seperti inilah yang dinanti-nanti keberadaannya di dunia ini. Keberadaannya akan menyeimbangkan situasi dan kondisi alam semesta. Sudah sewajarnya dan merupakan suatu fitrah jika setiap orang tua berharap putra-putrinya tumbuh dan berkembang menjadi pribadi seperti itu. Besarnya harapan yang ada dalam diri orang tua terkadang dapat menimbulkan sikap apriori.<br />
	Penulis telah mendapatkan berbagai pengalaman menangani kasus yang terkait dengan hal ini, yaitu efek yang diderita anak akibat sikap dan perilaku apriori orang tua. Salah satu dari sekian banyak kasus yang penulis tangani adalah seorang anak yang brutal dan agresif ketika berada di luar rumah, tetapi menjadi anak yang manis ketika di rumah. Pernah suatu waktu anak ini mencuri delapan buah sepeda onthel dan tertangkap oleh petugas keamanan. Kasus ini setidaknya telah memberikan informasi bahwa ada ketidakberesan dalam pendidikan anak di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, penulis berpendapat bahwa penelusuran terhadap kasus-kasus yang terjadi dalam pendidikan anak baik dalam lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat adalah penting. Penelusuran kasus ini akan dipaparkan dalam ilustrasi cerita dari beberapa kasus yang penulis tangani. Kasus yang yang terperinci kemudian diinduksikan menjadi suatu sintesa umum. Harapan yang muncul dalam benak penulis mengenai hal ini adalah ketulusan berbagi pengalaman tentang dunia anak dan pengalaman ini menjadi perhatian dan bahan pembelajaran bagi setiap calon orang tua dan orang tua itu sendiri.<br />
<span id="more-32"></span><br />
<strong>Cerita Kasus Pertama</strong><br />
	Ada seorang anak kelas satu setingkat SLTP jarang masuk sekolah, kalaupun masuk di kelas hampir 80% dipastikan tidur. Ketika dia tidak tidur pasti bikin kisruh sehingga kenyamanan kegiatan belajar mengajar terganggu. Setiap hari setidak-tidaknya membawa buku tidak lebih dari dua, itupun minim sekali tulisan pelajaran. Karena hal inilah, si anak ini tidak naik kelas. Sekarang seharusnya sudah kelas dua.<br />
Dalam hal seragam, jarang rapi, bajunya dikeluarkan dan tidak jarang pula tidak memakai sepatu. Waktu istirahat setelah pulang sekolah digunakan untuk bermain PS (play station). Tapi pada suatu waktu, ketika penulis sedang mencuci WC anak ini datang dan menawarkan diri untuk membantu. Penulispun mengijinkannya, dan ternyata anak ini mampu membersihkan satu kamar mandi dengan hasil yang lumayan bersih.<br />
Fenomena yang terjadi pada anak ini ternyata telah mengundang penasaran pada diri penulis untuk bertindak sesuatu. Langkah awal yang penulis lakukan adalah mengumpulkan data mengenai anak tersebut melalui: 1) observasi, 2) wawancara dengan subjek, teman, guru, saudara, dan orang tuanya terutama ibunya. Langkah kedua, mempelajari dan mengidentifikasi data untuk kemudian melakukan diagnosa.<br />
Kesimpulan yang penulis dapatkan adalah sebagai berikut:<br />
1.	Anak ini ternyata telah terkena dan membawa efek dari didikan apriori orang tuanya, yaitu perfectionism. Ibunya adalah seorang intelektual dalam dunia pendidikan. Ibunya ini menikah dalam usia yang sudah relatif tua. Pada saat anak ini lahir- kebetulan ini anak pertama-dalam pikiran ibunya telah muncul rencana akan mendidiknya menjadi seorang yang sempurna. Rencana itu kemudian diprogramkan dan diterapkan semenjak si anak masih balita. Anak ini dituntut untuk selalu sempurna dalam hal dan dengan cara apapun, namun keadaan riil anak tidak mendukung. Anak tidak mampu mengikuti idealisme ibunya. Si anak hidup dalam tekanan dan kendali idealisme ibunya. Kondisi ini berjalan sampai kelas enam SD (sekolah dasar). Setelah lulus SD dia melanjutkan ke sekolah setingkat SLTP di luar daerah yang jauh dari orang tuanya. Momen jauh dari orang tuanya inilah dia kemudian berusaha mengeluarkan segala tekanan yang selama ini diterimanya ketika di rumah dengan berbagai macam kegiatan, hanya saja sayangnya pelampiasannya kurang positif sehingga kegiatan tersebut kurang dapat membantu dalam perkembagan ke arah yang lebih baik.<br />
2.	Ketika di sekolah si anak kurang mendapat perhatian dan dukungan agar lebih maju. Hal ini tampak dari penekanan yang terlalu berlebihan pada ranah kognitif dalam sistem pembelajaran. Padahal anak ini memiliki kekurangan dalam ranah itu, terlebih lagi dia telah membawa bekal trauma sistem pembelajaran yang diberikan oleh orang tuanya. Sistem pembelajaran yang ada di sekolahnya kurang mengedepankan pemberdayaan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing murid. Mungkin sekolah berasumsi bahwa semua anak memiliki kompetensi yang sama. Situasi ini disikapi negatif oleh si anak, yaitu dengan lebih banyak menghindar dari pelajaran.<br />
3.	Anak di lingkungannya juga mudah sekali mendapat atribut negatif. Atribut ini sebenarnya diberikan karena ulah si anak itu sendiri. Walaupun begitu tetaplah sikap selalu memberikan atribut negatif pada seseorang bukanlah suatu cara yang positif untuk membantu mengeluarkan anak dari keterpurukan.<br />
Kesimpulan umumnya adalah sekali kita melakukan suatu kesalahan dalam mendidik anak, hal itu memiliki dampak yang luar biasa bagi kelangsungan hidupnya. Pendidikan dalam keluarga adalah pondasi utama yang kuat bagi anak. Terimalah anak apa adanya. Jangan memaksakan sesuatu kepada anak yang dia tidak memiliki kemampuan untuk itu. Didiklah anak sesuai dengan apa yang dimilikinya yang unik dan khas. Keunikan dan kekhasan yang ada dalam diri anak jika dikembangkan dan diaktualisasikan secara baik, benar dan tepat justru akan menjadi suatu kekuatan, yang dengannya itu dia memiliki identitas yang berbeda dengan orang lain.<br />
<!--more--><br />
<strong>Cerita Kasus Kedua</strong>	Seorang anak telah mengejutkan penulis. Suatu ketika dia ditangkap oleh petugas keamanan pada sebuah pasar sepeda di suatu daerah. Polisi melaporkan hal ini ke lembaga di mana penulis pada waktu itu mengabdikan diri. Polisi melaporkan bahwa anak ini telah mencuri delapan sepeda onthel. Saat itu umur si anak masih 12 tahun. Penulis mendapatkan informasi yang lumayan membuat penasaran, yaitu bahwa motif si anak ini mencuri adalah iseng.<br />
	Karena rasa penasaran itulah, kemudian penulis mencoba untuk menelusuri kehidupan si anak ketika masih di rumah. Orang tuanyapun dipanggil. Informasi yang penulis dapatkan dari orang tua adalah sesungguhnya anak ini ketika di rumah merupakan anak yang rajin, taat dan patuh pada orang tua. Penulispun tambah penasaran.<br />
	Setelah mendapat informasi dari orang tuanya kemudian penulis kembangkan ke informasi dari teman-teman sekamarnya. Teman-temannya melaporkan bahwa anak ini ketika di kamar lebih cenderung ingin berbuat semaunya sendiri.<br />
Penulis memang tidak mencari informasi langsung dari si anak terlebih dahulu, tapi dari orang tua dan teman-temanya. Setelah informasi itu penulis anggap cukup kemudian penulis mencari informasi ke subjek. Cukup lama penulis menstimulasi agar si anak ini dapat berterus terang agar mau memberikan informasi yang sebenarnya, tapi akhirnya berhasil. Si anak memberi informasi bahwa ketika di rumah selalu merasa sakit ketika melakukan kesalahan atau akan mendapat perlakuan yang menyakitkan ketika tidak menjalankan apa yang diperintahkan oleh kedua orang tuanya. Untuk menghindari rasa sakit itulah si anak berperilaku rajin, taat, dan patuh.<br />
Berdasarkan keterangan di atas maka penulis dapat menyimpulkan, bahwa ada sebagian orang tua yang mendidik anaknya dengan kekerasan. Para orang tua yang beraliran seperti itu berasumsi bahwa dengan cara inilah anaknya akan menjadi generasi penerus yang baik, patuh dan taat kepada orang tuanya. Akan tetapi apa yang diasumsikan oleh mereka ternyata secara signifikan tertolak, setidaknya kasus di atas memberi bukti penyangkalan tersebut. Para orang tua mestinya mengerti dan faham bahwa tidak ada manusia di dunia ini selain Nabi yang sempurna. Justru dengan adanya kesalahan telah menunjukkan bahwa mereka manusia sejati dan dengan kesalahan itulah mereka dapat mencari mana yang lebih baik.<br />
<!--more--><br />
<strong>Cerita Kasus Ketiga </strong><br />
	Ada seorang mahasiswi yang penulis temukan memiliki karakter yang bagi penulis agak jarang ditemukan. Mahasiswi ini lumayan cerewet. Fokus penulis sebenarnya bukan pada kecerewetannya tapi pada bagian dia suka menceritakan segala apapun yang terjadi pada dirinya kepada orang lain dengan tanpa menyeleksinya terlebih dahulu. Ketidakumuman ini kemudian mempengaruhi penulis untuk mempelajarinya. Hampir satu setengah tahun waktu yang dibutuhkan untuk meneliti apa sebenarnya yang telah terjadi.<br />
	Satu setengah tahun itu penulis gunakan untuk mengumpulkan informasi sedetil-detilnya, terutama kejadian pada masa lalunya, yakni ketika masih di rumah. Mahasiswi ini anak ke tiga dari empat bersaudara. Sejak masih kecil dia selalu dibanding-bandingkan dengan saudaranya. Kebetulan dia secara fisik memang lebih hitam dari kakak perempuannya, tapi sebenarnya tidak menutupi kemanisannya. Selain itu, dia setiap kali mendapatkan suatu prestasi jarang sekali mendapatkan apresiasi dari orang tuanya, berbeda dengan saudaranya yang lain.<br />
	Perlakuan orang tuanya yang telah berjalan semenjak kecil itu ternyata terbawa sampai dia dewasa dan telah mendorong dirinya untuk mendapatkan apresiasi dari pihak di luar keluarga. Tidak hanya itu, mahasiswa inipun menjadi mudah was-was ketika akan melakukan sesuatu. Dia takut salah.<br />
	Kesimpulannya adalah perlakuan orang tua pada masa kanak-kanak akan membentuk karakter anaknya sampai dewasa. Perilaku membanding-bandingkan anak antara yang satu dengan lainnya akan membentuk pribadi anak menjadi tidak berkembang. Anak menjadi kurang percaya diri. Kekurangan perhatian dari orang tua akan menjadikan si anak mencari perhatian di luar keluarga. Hal ini akan berbahaya jika ternyata dia mendapatkan perhatian dari orang yang tidak tepat.   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=32&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/20/sikap-dan-perilaku-apriori-dalam-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perfeksionis dan Permasalahannya</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/18/perfeksionis-dan-permasalahannya/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/18/perfeksionis-dan-permasalahannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 20:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian]]></category>
		<category><![CDATA[kenakan]]></category>
		<category><![CDATA[otonom]]></category>
		<category><![CDATA[perfeksionis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Ketika itu hari sabtu jam 15.00, saya sedang mencuci baju, ada teman kecil saya yang memberitahukan bahwa saya ada tamu di kantor. Saya pun bergegas berganti pakaian karena pakaian yang tadi saya pakai basah. setelah semuanya beres sayapun menemui tamu itu. Ternyata benar, di kantor telah ada dua orang setengah baya (laki-laki dan perempuan) yang sedang menunggu saya. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=26&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://chumaidi.files.wordpress.com/2008/12/waluyo2.jpg?w=128&#038;h=96" alt="waluyo2" title="waluyo2" width="128" height="96" class="alignleft size-thumbnail wp-image-28" />Ketika itu hari sabtu jam 15.00, saya sedang mencuci baju, ada teman kecil saya yang memberitahukan bahwa saya ada tamu di kantor. Saya pun bergegas berganti pakaian karena pakaian yang tadi saya pakai basah. setelah semuanya beres sayapun menemui tamu itu. Ternyata benar, di kantor telah ada dua orang setengah baya (laki-laki dan perempuan) yang sedang menunggu saya. Saya sama sekali tidak mengenal mereka berdua, dan ternyata mereka juga belum mengenal saya. Karena sama-sama belum saling mengenal, kami pun akhirnya saling mengenalkan diri. Mereka berdua ternyata pasangan suami istri, kedua-duanya berprofesi sebagai dokter.</p>
<p>Setelah lumayan lama kami intro, kemudian mereka mengutarakan kedatangannya. Suaminya bercerita tentang kondisi anak laki-lakinya yang sudah jarang pulang ke rumah, jarang masuk kelas, dan sudah mau bermain PS (play station). Saat suaminya bercerita panjang lebar, si ibu menangis tersedu-sedu, sedih dengan keadaan anaknya. Sayapun hanya mengangguk-anggukkan kepala saja dengan sedikit demi sedikit memancing bapak itu untuk terus dapat bercerita tentang anaknya. Pada awalnya bapak ini berusaha untuk bersikap tegar, tapi setelah 15 menit bercerita, diapun akhirnya menangis pula.</p>
<p> <span id="more-26"></span></p>
<p>Inti dari apa yang telah bapak ini ceritakan adalah bahwa dia bingung dengan apa yang sedang terjadi pada anak laki-lakinya. Bapak dan ibu ini merasa selama ini selalu mendidik anaknya dengan baik dan benar. Mereka berasumsi bahwa dengan cara mereka mendidik seperti itu, nanti anaknya akan menjadi orang yang berguna dan sukses. Apabila dilakukan suatu penilaian, sebenarnya mereka telah begitu percaya dengan apa yang telah mereka usahakan, orang dengan model seperti ini menurut Ibnu &#8216;Athoillah dalam kitabnya syarh al-hikam akan gampang hilangan harapannya ketika apa yang dipikirkannya gagal atau tidak terpenuhi.</p>
<p>Setelah cukup lama bercerita, bapak dan ibu ini memohon dengan sangat agar saya berkenan membantunya. Tepat pada pukul 16.45 saya menyatakan siap membantu dengan semampunya.  Karena waktunya sudah sore dan kami belum melaksanakan shalat ashar, maka kamipun mengadakan deal atau kesepakatan. Lewat diskusi yang singkat, saya pun menyetujuinya untuk berusaha dapat datang ke rumah bapak dan ibu ini setiap malam jum&#8217;at untuk memberikan tempat konsultasi kepada si anak.</p>
<p>Jam 19.30 wib malam jum&#8217;at,  saya pun berkunjung ke rumahnya. Sesampainya di sana saya langsung bertemu dengan bapaknya, karena anak sudah tidur. Tahu saya sudah di rumah, anaknya pun dibangunkan untuk menemui saya. Dengan wajah yang suram, ngantuk dan terlihat sangat keletihan mungkin baru beraktivitas dia menemui saya. Bapak dan ibunya masuk ke dalam rumah. Awalnya saya merasa bingung harus berbuat apa dengan anak ini, karena melihat kondisinya saja, saya sebenarnya tidak tega.</p>
<p>Intro dan sikap welcome pun saya mainkan untuk memancing anak ini agar dapat menerima saya. Sekitar 10 melakukan itu, saya mulai dapat melihat si anak secara perlahan merasa tertarik. Momen itu tidak saya sia-siakan untuk dapat memperoleh data yang sedetil-detilnya. Si anak sedikit demi sedikit mulai bercerita tentang perasaannya. Dia bercerita bahwa dirinya itu ingin mendapatkan kebebasan, ingin mandiri, ingin berafiliasi dengan teman-teman sebayanya yang selama ini belum didapatkannya.  Selama ini dia selalu dilindungi oleh orang tua, kemanapun mesti diantar oleh orang tuanya, main dengan anaka tentangganya tidak boleh, dan yang lebih parah lagi sudah kelas dua SMU, pakai kaos kaki masih dipakaikan oleh ibunya. Ketika anak ini sedang ada masalah, dia punya seseorang yang dapat diajak curhat atau yang mau mendengarkannya. Kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangan mental, dan sosialnya, dia merasa jenuh berada di rumah.</p>
<p>Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 wib. Setelah banyak sekali bercerita diapun merasa capai dan ngantuk, karena baru pulang sekolah jam 17.00 kemudian main basket. Sehabis maghrib dia harus les sama guru yang dicarikan oleh bapaknya. Diapun pamit sama saya untuk tidur. Setelah dia masuk kedua orang tuanya keluar menemui saya dan kemudian saya jelaskan apa yang sebenarnya sedang dialami oleh anaknya.</p>
<p>Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah terlalu mengekang anak harus bersikap dan berperilaku perfeks itu akan menjadikan anak terkekang. Anak merasa tidak mendapatkan kepercayaan. kecerdasan sosialnya terhambat. Intinya didiklah anak secara merdeka. Merdeka tidak berarti kebebasan yang takberaturan tetapi kematangan yang otonom.</p>
<p>Jam di hp saya telah menunjukkan pukul 22.30 wib. sayapun pamit pulang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=26&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/18/perfeksionis-dan-permasalahannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chumaidi.files.wordpress.com/2008/12/waluyo2.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">waluyo2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama, Status Sosial, dan Ekonomi</title>
		<link>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/18/agama-status-sosial-dan-ekonomi-2/</link>
		<comments>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/18/agama-status-sosial-dan-ekonomi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 18:35:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chumaidi</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel bebas]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[kyai]]></category>
		<category><![CDATA[status sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chumaidi.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang telah faham bahwa agama adalah fitrah manusia yang ada semenjak masih di dalam rahim. Agama itu suci dan lurus. Agama ini pulalah sesuatu yang akan menuntun dan mengawal manusia untuk tetap berapa pada jalan yang lurus. Jalan yang secara fitrah tidak akan pernah bertentangan dengan hati nurani manusia. Karena Nabi SAW pernah itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=23&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-24" title="waluyo-ganteng4" src="http://chumaidi.files.wordpress.com/2008/12/waluyo-ganteng4.jpg?w=72&#038;h=96" alt="waluyo-ganteng4" width="72" height="96" />Semua orang telah faham bahwa agama adalah fitrah manusia yang ada semenjak masih di dalam rahim. Agama itu suci dan lurus. Agama ini pulalah sesuatu yang akan menuntun dan mengawal manusia untuk tetap berapa pada jalan yang lurus. Jalan yang secara fitrah tidak akan pernah bertentangan dengan hati nurani manusia. Karena Nabi SAW pernah itu bersabda yang kesimpulannya bahwa agama adalah amanat yang masuk dan menghujam dalam relung hati manusia, maka dari itu harus di jaga, dipelihara, dikembangkan, dan diaktualisasikan dengan panduan dan petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah.</p>
<p>Namun sekarang, telah banyak sekali orang berpengetahuan agama akan tetapi kehidupannya tidak agamis atau tidak berjiwa agama. Penulis mendapatkan sebuah bukti mengenai hal ini. Ada seorang kyai yang berani menjual tanah wakaf, menikahkan anaknya dengan pamannya si anak, akan sangat marah ketika setiap lebaran dibentuk panitia zakat atau ‘amil.<br />
<span id="more-23"></span><br />
Seorang kyai dalam kehidupan masyarakat pada umumnya diidentifikasi sebagai orang intelek dalam hal agama atau orang paling mengerti tentang masalah agama tetapi ironisnya, mengapa kyai itu berani berbuat hal-hal yang secara agama jelas-jelas dilarang dan bahkan haram.</p>
<p>Kasus ini semakin lama semakin tidak terkendali, penulispun menjadi penasaran,sebenarnya motif apa yang mendasarinya. Rasa penasaran itupun akhirnya mendorong penulis untuk melakukan tindakan assesmen, yaitu mencari data dari beberapa sumber untuk kemudian data tersebut penulis identifikasi dan pelajari secara hati-hati, setelah proses identifikasi selasai maka penulispun mengambil diagnosa.</p>
<p>proses assesmen penulis lakukan selama satu tahun lebih. Hal ini, dalam rangka untuk mengurangi indeks error. Berdasarkan data-data yang penulis kumpulkan akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa keterpurukan ekonomi akan memicu siapapun dan dengan background apapun untuk melakukan suatu sikap dan perilaku yang sekiranya dapat membebaskan subjek gelap dan pengapnya keterpurukan.</p>
<p>Setiap orang memang diberi kebebasan untuk menentukan suatu keputusan untuk kemudian melakukan suatu tindakan. Keputusan itu dapat bernilai positif dan dapat pula negatif. Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan luas sekaligus mampu berperilaku seperti apa yang dimilikinya itu lebih cenderung akan mengambil keputusan yang positif. Sebaliknya seseorang yang hanya memiliki ilmu pengetahuan agama tanpa sempat mengamalkannya akan lebih cenderung mengambil keputusan yang negatif. Bahkan ilmu pengetahuan agama yang dimiliki akan dijadikan kendaraan untuk mencapai goal sittingnya.</p>
<p>Orang-orang seperti kasus di atas akan memiliki sikap dan perilaku yang jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan seorang penjahat. Seorang penjahat ketika melakukan kejahatannya akan lebih jujur dan apa adanya. hal ini, tentu berbeda dengan kejahatan yang dilakukan oleh orang yang dikira oleh masyarakat sebagai orang yang baik bahkan seorang tokoh agama. Orang-orang seperti itu ketika melakukan kejahatan akan menggunakan topeng kebaikan yang hanya orang-orang tertentu saja yang akan mengetahui kejahatannya.</p>
<p>Suatu kebaikan yang menggelinding dengan sendirinya akan tidak benar, begitupula kebenaran yang menggelinding sendirian juga tidak akan baik, yang tepat adalah antara kebaikan dan kebenaran menggelinding secara bersama-sama.</p>
<p>Kesimpulannya adalah agama dapat dijadikan kendaraan oleh sebagian orang untuk memperoleh status sosial, dengan status sosial seseorang mendapatkan peluang memperoleh kondisi perekonomian yang lebih baik. Semua ini akan dikembalikan kepada masyarakat dalam hal penilaiannya. masyarakat yang kritis dan menjunjung tinggi nilai kesucian dan kelurusan agamanya akan dapat menyeleksi mana yang baik dan mana yang tidak. Sedangkan masyrakat yang lainnya sebaiknya segera untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/chumaidi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/chumaidi.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chumaidi.wordpress.com&amp;blog=5892648&amp;post=23&amp;subd=chumaidi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chumaidi.wordpress.com/2008/12/18/agama-status-sosial-dan-ekonomi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/55adca9b5fa3a78a2c1bd682da5552ad?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chumaidi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chumaidi.files.wordpress.com/2008/12/waluyo-ganteng4.jpg?w=72" medium="image">
			<media:title type="html">waluyo-ganteng4</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
